Wavy Tail

Selasa, 24 Maret 2015

Rangkuman Materi Kelas XI Semester 1 Geografi

BAB 1 : PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DI DUNIA

A. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kehidupan Makhluk Hidup

1. Faktor Klimatik
a.    Suhu dan Sinar Matahari
Tinggi rendahnya intensitas penyinaran matahari bergantung pada sudut datang sinar matahari, letak lintang, jarak atau lokasi daratan terhadap laut, ketinggian tempat, dan penutupan lahan oleh vegetasi.Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan  tumbuhan dan hewan.
b.     Kelembapan Udara
Kelembapan berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan (flora). Ada tumbuhan yang sangat sesuai hidup di daerah kering, di daerah lembap.
c.    Angin
Dengan adanya angin, curah hujan dapat tersebar di atas permukaan bumi sehingga kelangsungan hidup organisme di berbagai tempat di permukaan bumi dapat terus berlangsung.
d.    Curah Hujan
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, tumbuhan sangat bergantung pada curah hujan dan kelembapan udara.

2. Faktor Edafik
a. Tekstur (Ukuran Butiran Tanah)
b. Tingkat Kegemburan
c. Mineral Organik
d. Mineral Anorganik  (Unsur Hara)
e. Kandungan Air Tanah
f. Kandungan Udara Tanah

3. Faktor Fisiografi
Faktor fisiografi yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup meliputi, ketinggian tempat dan bentuk lahan

4. Faktor Biotik
Faktor biotik yang berpengaruh manusia. Selain manusia, faktor biotik yang memengaruhi tatanan kehidupan adalah tumbuhan.


B.  Persebaran Flora dan Fauna  di Permukaan Bumi

1. Persebaran Flora di Dunia
-Hutan Hujan Tropis,
-Hutan Gugur,
-Hutan Mangrove,
-Hutan Berdaun Jarum,
-Padang Rumput,
-Gurun Pasir,
-Tundra.

2. Persebaran Fauna di Dunia
a. Fauna Paleartik
b. Fauna Neartik
c. Fauna Neotropik
d. Fauna Ethiopia
e. Fauna Oriental
f. Fauna Australia
g. Fauna Selandia Baru (Oceania)
h. Fauna Antartika

C. Persebaran Flora di Indonesia

1. Flora Indonesia

a.    Flora Sumatra–Kalimantan
Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti (dipterocarpus), berbagai jenis epifit, seperti anggrek, berbagai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka, seperti Rafflesia Arnoldi

b.    Flora Jawa–Bali
Jenis flora khas Jawa-Bali antara lain pohon jati, mahoni, anggrek, pinang

c.     Flora Kepulauan Wallacea
yang terdiri atas berbagai  jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis), kenari, kayu eboni, dan lontar sebagai tanaman khas di daerah ini.

2. Fauna Indonesia

a. Fauna Indonesia Tipe Asiatis
orang utan, kancil, badak bercula satu, harimau, beruang madu.

b. Fauna Indonesia Tipe Asia - Australis
buaya, biawak, komodo, kanguru, kus-kus, burung cendrawasih.

c. Fauna Peralihan
babi, rusa, anoa, biawak, kus-kus.

D.  Keanekaragaman hayati

a. Manfaat keaneragaman hayati  beserta contohnya
1.     Sebagai sumber pangan, perumahan dan kesehatan
2.     Sebagai sumber pendapatan/ devisa
3.    Manfaat ekologi
4.    Manfaat keilmuan
5.    Manfaat keindahan

E.  Usaha Pelestarian Flora dan Fauna    

Untuk menghindari kelangkaan dan kepunahan jenis tumbuhan (flora) dan satwa (fauna) tertentu maka diperlukan berbagai upaya pelestarian dari berbagai pihak.
Adanya suaka margasatwa dan cagar alam menjadi media dan sarana bagi pelestarian serta perlindungan jenis flora dan fauna khas di Indonesia. Melalui adanya upaya konservasi diharapkan keberadaan flora dan fauna tersebut tetap terjaga dari ambang kepunahan sehingga kelestarian keaneka ragaman hayati flora dan fauna Indonesia tetap terjaga pada masa yang akan datang.


BAB 2 : PERSEBARAN BARANG TAMBANG INDONESIA

Barang Tambang adalah suatu energi yang diperuntukkan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak

1.      JENIS-JENIS BARANG TAMBANG
Golongan A, atau bahan tambang strategis. Adalah bahan tambang yang hanya boleh dimiliki oleh pemerintah. Contohnya antara lain: batubara, minyak bumi, alumunium, timah putih, besi, dll.
Golongan B, atau bahan tambang vital. Adalah bahan tambang yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak. Contohnya antara lain: emas, perak, magnesium, seng, wolfram, batu permata, seng, dll.
Golongan C, yaitu bahan tambang yang tidak termasuk ke dalam golongan A maupun B. Contohnya adalah bahan-bahan industri.

Jenis barang tambang di Indonesia secara umum dapat dibedakan menurut wujud dan kegunaannya.
1. Menurut Wujudnya
1) barang tambang padat, contohnya emas, perak, tembaga, bijih besi, batubara, timah, dan bauksit.
2. Menurut Kegunaannya
1) barang tambang sumber energi
Contohnya, minyak bumi, gas alam, batubara, dan uranium.
2) Barang tambang untuk industri.
Contohnya, emas, perak, tembaga, bauksit, pasir kuarsa, fosfat, dan batu kapur.

2.      POTENSI DAN PERSEBARAN BARANG TAMBANG



3.      EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI BARANG TAMBANG RAMAH LINGKUNGAN

A.     EKSPLORASI
1.      Pengertian Eksplorasi
Eksplorasi adalah Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang keadaan, terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan;penjajakan.
2.      Tujuan Eksplorasi
Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya cebakan mineral secara rinci, yaitu untuk mengetahui, menemukan,mengidentifikasi dan menentukan gambaran geologi dan pemineralaran berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan mineral untuk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara ekonomis.

B.     EKSPLOITASI
1.      Pengertian Eksploitasi
Eksploitasi adalah kegiatan pengambilan barang tambang dengan cara pengeboran dan penggalian suatu tempat yang memiliki barang tambang. Eksploitasi atau kegiatan pertambangan dapat dilakukan dengan cara pertambangan terbuka dan pertambangan tertutup.
a.       Pertambangan terbuka
Pertambangan terbuka adalah pengambilan barang tambang yang posisi barang tambangnya dekat (tidak terlalu dalam) dari permukaan bumi.
b.      Pertambangan Tertutup
Pertambangan tertutup adalah pengambilan barang tambang yang posisi barang tambangnya jauh (dalam) dari permukaan bumi
Manfaat barang tambang secara umum dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang social budaya.
a.       Manfaat barang tambang di bidang ekonomi.
a)      Meningkatkan pendapatan masyarakat
b)      Sebagai sumber devisa Negara
c)      Memenuhi kebutuhan industry dalam negeri
d)      Menggerakkan kegiatan perekonomian nasional
b.      Manfaat barang tambang di bidang social budaya
a)      Menyediakan berbagai lapangan pekerjaan
b)      Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
c)      Meningkatkan pengetahuan teknologi khususnya pertambangan
d)      Meningkatkan kredibilitas bangsa.

C.     REKLAMASI LOKASI TAMBANG
Reklamasi bekas tambang yang selanjutnya disebut reklamasi adalah usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Membuat keadaan lahan menjadi lebih baik untuk dibudidayakan,  atau membuat sesuatu yang sudah bagus menjadi lebih bagus, sama sekali tidak mengandung implikasi pemulihan ke kondisi asal tapi yang lebih diutamakan adalah fungsi dan asas kemanfaatan lahan.
Kegiatan reklamasi meliputi dua tahapan, yaitu:
•         Pemulihan lahan bekas tambang untuk memperbaiki lahan yang sudah terganggu ekologinya.
•         Mempersiapkan lahan bekas tambang yang sudah diperbaiki ekologinya untuk pemanfaatan selanjutnya.
Sasaran akhir dari reklamasi adalah terciptanya lahan bekas tambang yang  kondisinya aman, stabil dan tidak mudah tererosi sehingga dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan peruntukkannya.



BAB 3 : POTENSI GEOGRAFIS INDONESIA

A.    Luas dan Batas Teritorial Indonesia

Posisi Indonesia terletak pada koordinat 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT. Serta terletak di antara dua benua dan dua samudera.
Batas-batas wilayah Indonesia:
Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan.
Selatan : Australia, Timor Leste, dan Samudera Indonesia
Barat : Samudera Indonesia
Timur : Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudera Pasifik

a.      Letak Astronomis
Letak astronomis Indonesia 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT.
b.      Letak Geografis
Secara geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu benua Asia dan benua Australia.Sedangkan samudera yang membatasi adalah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
c.       Letak Geologis
Letak geologis Indonesia terletak pada pertemuan dua pegunungan muda, yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania. Oleh karena itu di Indonesia:
•         Terdapat banyak gunung berapi yang dapat menyuburkan tanah.
•         Sering terjadi gempa bumi.

d.      Letak Geomorfologi
Letak geomorfologi Indonesia sangat bervariatif. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang bermacam-macam, misalnya:
•         Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman.
•         Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan-batuan.
•         Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit-bukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil.

B.     Potensi Fisik

a.      Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (natural resources) adalah unsur-unsur lingkungan alam yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
1.      Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui atau sumber daya alam yang akan habis dipakai (exhaustible resources), mencakup sumber daya energi dan mineral.
2.      Sumber daya alam yang dapat diperbarui atau sumber daya alam  yang tidak akan habis dipakai (renewable resources), seperti sinar matahari dan tanah.

b.       Potensi dan Persebaran Sumber Daya Alam
1)      Potensi dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) adalah sumber daya alam yang akan habis dan tidak dapat kembali lagi setelah dipakai atau dikonsumsi selama kurun waktu tertentu. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dapat dikelompokkan ke dalam sumber daya energi dan sumber daya mineral.
-  Sumber Daya Energi
diantaranya batubara, minyak bumi, gas bumi, dan panas bumi.
-  Sumber Daya Mineral
Sumber daya mineral atau bahan galian adalah sumber daya yang telah disediakan oleh kulit bumi sebagai bagian dari mineral batuan dalam jumlah tertentu.
1)       Golongan bahan galian stategis juga dikenal dengan sebutan bahan galian golongan A, jenisnya antara lain batubara, minyak bumi, gas alam, uranium, nikel, dan timah.
2)       Golongan bahan galian vital juga dikenal dengan sebutan bahan galian golongan B, jenisnya antara lain besi, mangaan, bauksit, tembaga, timbal, seng, emas, perak, intan, platina, yodium, dan belerang.
3)       Golongan bahan galian lainnya dikenal dengan sebutan bahan galian golongan C, jenisnya antara lain fosfat, asbes, mika, tawas, okek, batu permata, pasir kuarsa, kaolin, feldspar, gips, batu apung, marmer, batu tulis, batu kapur, granit, tanah liat, dan pasir.
2)      Potensi dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan dihasilkan terus-menerus, baik oleh alam itu sendiri maupun melalui bantuan manusia.Adapun yang tergolong sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah hidrosfer (sungai, danau, waduk, laut)

BAB 4 : Dinamika dan Masalah Kependudukan

A.    Sensus Penduduk
Data sensus yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografi, ketenagakerjaan, dan sosial budaya. Karakteristik demografi yang dikumpulkan adalah mengenai kelahiran, kematian, dan migrasi, serta riwayat kelahiran dan kematian anak dari wanita pernah kawin.
Berdasarkan tempat tinggal penduduk, sensus dibedakan menjadi:
1.     De facto,
2.     De jure,
Berdasarkan metode pengisiannya, sensus dibedakan menjadi:
1.     Metode Canvasser,
2.     Metode Householder,

a. Tujuan sensus penduduk
1.       Mengetahui perubahan penduduk dari waktu ke waktu dalam suatu periode.
2.       Mengetahui jumlah, sebaran, dan kepadatan penduduk pada setiap wilayah.
3.       Mengetahui berbagai informasi tentang kependudukan, seperti angka kelahiran, kematian, migrasi, dan berbagai faktor yang me mengaruhinya.
4.       Sebagai sumber data dalam perencanaan dan penentuan kebijakan pembangunan nasional.

b.        Survey Penduduk
Survei adalah salah satu metode menjaring data penduduk dalam beberapa peristiwa demografi atau ekonomi dengan tidak menghitung seluruh responden yang ada di suatu negara, melainkan dengan cara penarikan sampel (contoh daerah) sebagai kawasan yang bisa mewakili karakteristik negara tersebut.

c.         Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk merupakan kumpulan berbagai keterangan dari kejadian penting yang dialami oleh manusia, seperti data perkawinan, perceraian, perpindahan penduduk, dan kejadian-kejadian penting lainnya yang tertulis. Semua catatan itu pada akhirnya dikumpulkan dan dipergunakan sebagai sumber data resmi dalam penghitungan semua peristiwa demografi


B. Komposisi Penduduk

a.        Piramida Penduduk
Struktur penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin dinamakan piramida penduduk. Piramida penduduk pada umumnya disajikan dalam bentuk grafik batang yang meng gambarkan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan pada setiap kelompok usia tertentu. Rentang interval umur yang umumnya digunakan adalah lima tahun (usia 0-4, 5-9, 10-14, 15-19, 20-24, 25-29, 30-34, 35-39, 40-44, 45-49, 50-54, 55-59, 60-64, 65-69, 70-74, 75 tahun lebih).

1.       Komposisi penduduk muda (Ekspansif),
dengan bentuk piramida penduduk menyerupai kerucut. Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai berikut:
a)       Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.
b)      Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.
c)       Pertumbuhan penduduk relatif tinggi.
d)      Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.

2.       Komposisi penduduk dewasa (Stasioner),
dengan bentuk piramida penduduk menyerupai batu nisan. Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut:
a)       Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.
b)      Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.
c)       Pertumbuhan penduduk kecil.
d)      Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

3.       Komposisi penduduk tua (Konstruktif),
dengan bentuk piramida penduduk menyerupai guci terbalik. Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut:
a)       Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.
b)      Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.
c)       Angka kelahiran sangat rendah, demikian juga angka kematian.
d)      Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.
e)       Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun.
f)        Negara yang berada pada fase ini, antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.


b.        Rasio Jenis Kelamin (sex ratio)
Sex ratio menunjukkan perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Adanya perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan  jumlah penduduk wanita dapat digunakan untuk memperkirakan atau  memprediksi keadaan jumlah penduduk di masa datang

c.         Angka Beban Ketergantungan(dependency ratio)
Rasio ketergantungan (dependency ratio) atau angka beban ketergantungan adalah suatu angka yang menunjukkan besar beban tanggungan kelompok usia produktif atas penduduk usia nonpoduktif. Usia produktif adalah usia penduduk antara 15 tahun sampai 59 tahun. Disebut produktif karena pada usia ini diperkirakan orang ada pada rentang usia masih bisa bekerja, baik di sektor swasta maupun sebagai Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan usia tidak produktif adalah usia penduduk yang ada di rentang 60 tahun keatas. Pertimbangannya, bahwa pada usia ini penduduk dipandang sudah tidak produktif lagi bekerja atau tidak diperkenankan lagi bekerja, baik di sektor swasta ataupun sebagai pegawai negeri.

Tinggi rendahnya angka ketergantungan dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
a)       Rendah : < 30
b)      Sedang   : 31 - 40
c)       Tinggi : > 41

C.   Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.     Pertumbuhan Penduduk Alami (Natural Increase)
Pertumbuhan penduduk alami merupakan kenaikan atau  penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih  jumlah kelahiran dan kematian.

2.     Pertumbuhan Penduduk Sosial
Pertumbuhan penduduk totalmerupakan kenaikan atau penurunan jumlah penduduk yang diakibatkan oleh selisih jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
A.    Kelahiran (Fertilitas/Natalitas)
B.    Kematian (Mortalitas)
C.    Migrasi

D.   Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah. Kepadatan penduduk ini menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km2 dalam suatu wilayah.Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakanmenjadi empat, yaitu sebagai berikut:
1.       Kepadatan penduduk aritmatik
Kepadatan penduduk aritmatik ialah kepadatan penduduk per satuanluas, dihitung dengan rumus sebagai berikut:
2.       Kepadatan fisiologis
Kepadatan penduduk fisiologis ialah jumlah penduduk tiap kilometer persegi tanahpertanian.
3.       Kepadatan penduduk agraris
Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk petani tiap kilometer persegi tanah pertanian.
4.       Kepadatan penduduk ekonomi
Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatuwilayah didasarkan atas kemampuan wilayah yang bersangkutan.


MASALAH KEPENDUDUKAN

Permasalahan Kependudukan di Indonesia
1.       Masalah Penduduk yang Bersifat Kuantitatif
a.       Jumlah Penduduk Besar
b.       Pertumbuhan Penduduk Cepat
c.       Persebaran Penduduk Tidak Merata

2.       Masalah Penduduk yang Bersifat Kualitatif
a.        Tingkat Pendidikan yang Rendah
b.        Tingkat Pendapatan(Kemakmuran)yang Rendah

Upaya Mengatasi Permasalahan Kependudukan di Indonesia

1.     Upaya mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang besar dan cepat
Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga.Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil.
Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.Dari uraian di atas jelaslah bahwa Program Keluarga Berencana mempunyai dua tujuan pokok yaitu:
Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan peningkatan produksi.
Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera.

2.     Upaya mengatasi masalah penyebaran penduduk yang tidak merata
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.Upaya-upaya tersebut adalah:
a)       Pemerataan pembangunan.
b)      Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.
c)       Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.
Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi.Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
a)       Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
b)      Peningkatan taraf hidup transmigran.
c)       Pengolahan sumber daya alam.
d)      Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
e)       Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.

3.     Upaya mengatasi masalah rendahnya kualitas kesehatan
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk Indonesia yaitu:
a)       Melaksanakan program perbaikan gizi.
b)      Perbaikan lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk, serta melengkapi sarana dan prasarana kesehatan.
c)       Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
d)      Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
e)       Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.

4.     Upaya mengatasi masalah rendahnya kualitas pendidikan
Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah dalam mengatasi masalah pendidikan. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia yaitu:
a)       Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
b)      Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
c)       Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai tahun ajaran 1994/1995.
d)      Pemberian bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi di sekolahnya.
e)       Membangun perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.

5.     Upaya mengatasi masalah rendahnya tingkat pendapatan penduduk
a)       Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
b)      Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
c)       Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB dan peningkatan pendidikan.
d)      Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
e)       Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang.

1 komentar:

  1. Anda bisa memiliki uang balik sebanyak minimal 5 lembar,maksimal sebanyak 50 lembar,uang balik pesanan anda akan dikirim sekaligus, proses pembuatan uang balik atau KLIK DI SINI KLIK DI SINI



    Anda bisa memiliki uang balik sebanyak minimal 5 lembar,maksimal sebanyak 50 lembar,uang balik pesanan anda akan dikirim sekaligus, proses pembuatan uang balik atau KLIK DI SINI KLIK DI SINI





    Anda bisa memiliki uang balik sebanyak minimal 5 lembar,maksimal sebanyak 50 lembar,uang balik pesanan anda akan dikirim sekaligus, proses pembuatan uang balik atau KLIK DI SINI KLIK DI SINI



    Anda bisa memiliki uang balik sebanyak minimal 5 lembar,maksimal sebanyak 50 lembar,uang balik pesanan anda akan dikirim sekaligus, proses pembuatan uang balik atau KLIK DI SINI KLIK DI SINI

    BalasHapus

Wavy Tail