Wavy Tail

Sabtu, 22 Oktober 2016

Komponen Sistem Logistik

#251016 TM5

Komponen Sistem Logistik

Secara teoritis, ada 5 komponen yang bergabung untuk membentuk sistem logistik, yang meliputi:



  • Struktur Fasilitas
Struktur fasilitas yang dipilih oleh suatu perusahaan adalah fundamental bagi hasil akhir logistiknya. Jumlah, besar dan pengaturan geografis dari fasilitas-fasilitas yang dioperasikan atau digunakan itu mempunyai hubungan langsung dengan kemampuan pelayanan terhadap nasabah perusahaan dan terhadap biaya logistiknya. Suatu penilaian realistis terhadap kompetensi menunjukan bahwa semua transaksi dagang haruslah dikembangkan pada lokasi-lokasi tertentu. Jaringan fasilitas suatu perusahaan merupakan serangkaian lokasi ke mana dan melalui mana material dan produk-produk diangkat. Seleksi serangkaian lokasi yang unggul (superior) dapat memberikan banyak keuntungan yang kompetitif.
a. Raw Material Oriented, menyangkut jarak dekat dengan bahan baku
b. Intermediate, menyangkut lokasi yang penempatannya di tengah-tengah jaraknya antara ke produsen bahan baku maupun ke konsumen.
c. Market Oriented, menyangkut jarak dekat dengan pemasaran

  • Transportasi
Dalam suatu jaringan fasilitas, transportasi merupakan suatu matarantai penghubung. Pada umumnya, satu perusahaan mempunyai 3 alternatif untuk menetapkan kemampuan transportasinya. Pertama, armada peralatan swasta dapat dibeli atau disewa. Yang kedua, kontrak khusus dapat diatur dengan spesialis transport untuk mendapatkan kontrak jasa-jasa pengangkutan. Yang ketiga, suatu perusahaan dapat memperoleh jasa-jasa dari suatu perusahaan transport berijin (legally authorized) yang menawarkan pengangkutan dari suatu tempat ke tempat lain dengan biaya tertentu. Ketiga bentuk transport ini dikenal sebagai private (swasta), contract (kontrak) dan common carriage (angkutan umum).
Terdapat 3 faktor yang memegang peranan utama dalam menentukan kemampuan pelayanan transport, yaitu : 
  1. Biaya
Biaya transport terdiri dari pembayaran sesungguhnya untuk pengangkutan di antara 2 tempat, plus ongkos yang berkaitan dengan pemilikan persediaan in transit (dalam perjalanan). Sistem logistik hendaklah dirancang untuk meminimumkan biaya transport dalam hubungannya dengan seluruh biaya sistem. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa metode transport yang paling murah itu selalu yang dikehendaki.

     2. Kecepatan

Kecepatan pelayanan transport adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pengangkutan di antara 2 lokasi. Kecepatan dan biayan itu berkaitan dalam 2 hal. Pertama, spesialis transport yang mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat akan membebankan tarif yang lebih tinggi. Yang kedua, lebih cepat pelayanan, makin pendek waktu material dan produk itu berada dalam perjalanan.

    3. Konsistensi

Konsistensi pelayanan-transport menunjukkan prestasi waktu yang teratur dari sejumlah pengangkutan di antara 2 lokasi. Dalam banyak hal, konsistensi pelayanan merupakan ciri-ciri transportasi yang paling penting. Jika kemampuan transport tidak konsisten, maka haruslah diadakan penjagaan terhadap jumlah persediaan yang aman dalam sistem itu utuk perlindungan terhadap kemacetan pelayanan. Konsistensi transport itu mempengaruhi baik komitment persediaan penjual dan pembeli maupun juga resiko yang dipikulnya.

Ada 3 aspek transportasi yang harus diperhatikan karena berhubungan dengan sistem logistik. Pertama, seleksi fasilitas menetapkan suatu struktur atau jaringan yang membatasi ruang-lingkup alternatif-alternatif transport dan menentukan sifat dari usaha pengangkutan yang hendak diselesaikan. Yang kedua, biaya dari pengangkutan fisik itu menyangkut lebih daripada ongkos pengangkutan saja di antara 2 lokasi. Yang ketiga, seluruh usaha untuk mengintegrasikan kemampuan transport ke dalam suatu sistem yang terpadu mungkin akan sia-sia saja jika pelayanan tidak teratur dan tidak konsisten. 

  • Pengadaan Persediaan
Kebutuhan akan transport di antara fasilitas didasarkan pada kebijakan persediaan diikuti oleh suatu perusahaan. Menyangkut persediaan, faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan inventory yaitu,
1. Customer Qualities,
2. Product Qualities,
3. Transport Integration,
4. Competitor Performance.

Pemahaman bahwa hubungan integral ada di antara fasilitas, transportasi, dan persediaan adalah fundamental. dengan persediaan, Yang diinginkan untuk menjadi seperti selektif mungkin dalam pengembangan kebijakan.

  • Komunikasi
Komunikasi seringkali diabaikan dalam sistem logistik. Kekurangan dalam mutu informasi dapat menimbulkan banyak masalah. Kekurangan tersebut adalah informasi yang diterima tidak betul, kurang lengkap dan informasi yang diterima sudah tidak dibutuhkan lagi atau kadaluarsa. Jadi, komunikasi yang cepat dan akurat mempengaruhi prestasi logistik.

Sistem informasi diperlukan untuk mengintegrasikan komponen-komponen dan kegiatan-kegiatan dalam sistem logistik. Efektivitas proses-proses dalam sistem logistik sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang digunakan. Kualitas informasi dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu: (1) ketersediaan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan terbaik, (2) keakuratan informasi, (3) efektivitas komunikasi.

  • Penanganan dan Penyimpanan
Dalam arti luas, penanganan dan penyimpanan meliputi pergerakan, pengepakan, dan pengemasan (containerization). Penyimpanan material menimbulkan banyak sekali biaya logistik dilihat dari pengeluaran untuk operasi, jadi makin sedikitnya produk yang ditangani dalam keseluruhan prose situ maka makin terbatas dan efisien arus total fisiknya.


Referensi
Bowersox, D.J. (1978). Logistical Management. A Systems Integration of Physical Distribution Management and Materials Management, Second Edition New York, 41-48.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wavy Tail